Bersepeda dan Kuliner


DSC00484 - LR

Touchdown Gili Trawangan!

Persiapan itu penting, terutama untuk acara seperti ini. Perjalanan dari Bali ke Gili Trawangan pakai fastboat dan dapat diskon dari Groupon, dari yang standardnya sekitar 300 ribu jadi sekitar 100 ribu per orang. Waktu tidak terbuang banyak karena fastboat itu sangat wuss wuss. Dan yang paling enak lagi, ada shuttle yang cover area penjemputan di Kuta dan Seminyak, jadi tidak perlu mikir lagi bagaimana cara supaya ke Padangbai dan nyebrang ke Gili Trawangan.

Btw, terakhir di Bali itu gue pakai hotel Summerhome di daerah Seminyak. Hotel pertama yang gue gunakan di Bali si biasa saja, secara kamarnya tidak ada yang menarik tapi dekat dengan pusat keramaian bule. Sedangkan Summerhome ini? Tenang tempatnya. Agak susah untuk mencari tempat ini karena di dalam perumahan Umasari tapi ketika sampai langsung disambut dengan welcome drink yang segar dan keramahan-nya luar biasa. Sangat homey, bahkan melebihi rumah sendiri.

Seandainya ada undangan untuk tinggal disini dan review hotel ini, dengan berat hati, saya tidak bisa menolak. Untuk kontaknya bisa ke antares.bugi@gmail.com saja *eh

DSC00467 - LR

kamarnya asik tapi sudah agak berantakan πŸ˜€

DSC00468 - LR

pucet amat neng, kepagian ya?

Kembali lagi ke topik awal, waktu tempuh dari Bali ke Gili Trawangan dengan fastboat sekitar 1,5 jam dan ini jauh lebih hemat waktu karena kalau pakai feri bisa memakan waktu 5 jam! Harga memang tidak bisa bohong, tapi selama dapat diskon ya tidak masalah. Apalagi ada fasilitas shuttle jadi tidak perlu tambahan biaya lagi, berdasarkan yang gue baca si secara total biaya per orang cuma beda beberapa belas ribu dari fastboat yang diskon ini. Saya senang πŸ˜€

Selama di fastboat, gak pede foto-foto. Tengsin bo’ isinya bule mulu dan muka paling pribumi yang gue dan April ini XD Tapi kalau ada trip Bali ke Gili Trawangan gini lagi, gue pasti lebih aktif di kapal πŸ˜€

DSC00481 - LR

Next stop: Gili Trawangan. – @antaresbugi

Sepanjangan perjalanan laut, gue dan April kerjanya googling tentang tempat makan di Gili Trawangan. Perjalanan shuttle dan fastboat yang cukup lama membuat perut berontak, entah apa yang terjadi kalau pakai feri. Sebagian besar hasil googling adalah makanan ala barat, sedangkan gue dan April merindukan makanan penuh rasa ala pribumi. Dari sekian banyak, berhasil lah dapat yang namanya Warung Dewi. Nasi Rames? Bukan. Ini warteg? Bukan. Ini tempat makan dekat pasar? Ah yang penting maknyus dikala siang hari tengah bolong. Untuk lokasinya nih https://goo.gl/maps/qQVsfuWBhFN2 walaupun tidak tau itu tepat atau tidak, karena pertama kali kesana tanpa pakai gmaps πŸ˜€

DSC00486 - LR

Penyelamat perut dan kantong di siang hari. – @antaresbugi

Perjalanan mencari hotel pun cukup sulit, karena letaknya lumayan ke dalam tapi menurut gue ya masih tidak jauh dari pantai.

DSC00490 - LR

jalan kemana mba?

Ketika sampai lokasi hotel yang tidak terlalu jelas dari luar… Dar! Ternyata tempatnya saik banget. Gue yang awalnya sempat ragu karena tempatnya agak ke dalam dan beberapa kali melewati hotel-hotel yang bisa dibilang jauh dari yang namanya tenang. Hotel yang gue tempat ini benar-benar tenang dan menenangkan. Namanya Guava Garden, gue pun tidak tau kenapa bisa nyasar ke hotel ini ketika cari di Agoda. Yang pasti cari yang tidak terlalu jauh dari pelabuhannya dan dari fotonya oke πŸ˜€

DSC00500 - LR

dari dalam ke arah depan

DSC00502 - LR

pintu masuk kamar Guava Garden

Dari luar terasa seperti di hutan tropis (memang Indonesia daerah tropis *plak). Terlepas dari ada hotel di dekatnya yang ramai, masuk ke dalam Guava Garden langsung terasa damai. Masuk ke dalam kamar, dengan nuansa coklat kayu karena memang pakai kayu beneran *plak lagi*. Saat bulan madu ini memang sedang panas-panasnya, jadi ac kamar bisa dibilang tidak langsung terasa dingin.

Kamar mandi yang posisinya diluar dan tanpa atap, memberikan sensasi tersendiri lagi. Udah pernah mandi bahkan pup dengan pemandangan langsung langit? Maknyus! Dan kalau mau undang saya kesini, bisa kontak saya di antares.bugi@gmail.com *promosi demi jalan-jalan*

DSC00517 - LR

kondisi kamarnya. ada ac dan kipas angin, puas!

DSC00624 - LR

tempat nongkrong yang asik di pagi hari

Karena waktu yang kurang di Gili Trawangan, jadi gue langsung hunting sewa sepeda demi bisa keliling satu pulau dalam satu sore! Ini harus jadi pulau ketiga yang bisa gue keliling secara harfiah.

Harga sewa sepeda di Gili T ini cukup beragam dan sebagian besar masih bisa ditawar. Berdasarkan info dari resepsionis hotel semua bisa ditawar bahkan bisa sangat murah menurut mereka. Cuma karena gue ga tegaan dan gue dermawan jadinya gue pun tidak tega sampai terlalu murah :p Alhasil sewa sepeda dengan harga yang standar2 ajaa

DSC00520 - LR

gegowesan sore

Perjalanan keliling pulau dimulai, dari Timur sampai ke Utara melalui Selatan dan Barat. Dari jalanan halus sampai berpasir yang susah dilewati bahkan sampai jalanan yang benar-benar harus dorong-dorong sepeda. Melewati beberapa hotel yang yahud dan cafe yang isinya bule mulu, berasa di Hawai πŸ˜€

DSC00554 - LR

dari kejauhan, awannya cukup menyeramkan

Sore itu benar-benar hanya berkeliling dengan sepeda, tujuannya tidak lain dan tidak bukan tapi melainkan hanya sekedar mencari makan *susah amat bahasanya :/

Memang semenjak pacaran sama April, gue pun jadi lebih sering jajan makanan daripada jajan yang lainnya. Apalagi sekarang sedang perjalanan ke tempat yang tidak biasanya, sudah pasti harus cari makan yang oke. Tapi ternyata, Gili T termasuk kurang untuk makanan yang agak tradisional karena disini lebih banyak resto-resto begitu, mungkin karena target pasarnya itu para pelancong bule. Jadi sepanjang jalan ya yang dilihat itu resto dan bar saja.

DSC00576 - LR

Salim Shop. Toko kecil yang berada di utara Gili T. – @antaresbugi

Karena isinya hanya resto dan bar saja, sempat membuat gue ragu dengan harga air mineral XD Sampai bagian Utara Gili T ketemu dengan toko kecil dan sempat ngobrol dengan bapak ini. Ternyata bapak ini tinggal sendiri saja di Gili T karena anak-anaknya lebih memilih tinggal di Lombok. Yaa mungkin untuk tinggal di tempat yang lebih baik Open-mouthed smile

DSC00589 - LR

Batang Instagram-able. – @antaresbugi

Setelah berkeliling satu pulau dan semakin sore, apalagi udah sangat ngidam dengan Gili Gelato yang katanya oke banget di Gili T ini. Akhirnya mempercepat perjalanan demi makan es krim. Ketemu si Gili Gelato, langsung parkir sepeda, langsung pesan es krim, sluuurp!

Es krim nya nikmat, apalagi Gili T saat itu sedang panas-panas-nya dan kondisi ngidam amat sangat akan nuansa adem. Pernah bayangin gak, lagi makan es krim yang adem gitu terus liat bule-bule yang pakai bikin dan pakaian seksi lainnya? Panas dingin jadi satu.

DSC00593 - LR

Gili Gelato sebesar bule. – @antaresbugi

Setiap malam selalu ada Pasar Malam, jadi tidak afdol kalau sudah ngelancong kesini tapi belum ikutan eventnya. Daripada makan mahal di resto mendingan mahal di event seperti ini, bisa dapat makanan tradisional yahud. Setelah keliling ke beberapa penjual, masih ada penjual yang lebih murah daripada lainnya jadi jangan malas untuk mencari penjual yang murah. Dan yang paling penting, makanan disini jauh lebih murah daripada yang di resto. Porsi? Banyak! Rasa? Enak! Harga? Bersahabat!

Yang perlu diingat, usahakan cari sewa sepeda yang termasuk kunci gemboknya. Kenapa? Karena di Pasar Malam ini tidak ada parkiran khusus, memang ada beberapa titik yang penuh dengan sepeda tapi tidak yang jaga parkiran tersebut. Walaupun kata orang sekitar pasti aman, tapi tetap buat jaga-jaga biar lebih tenang saat makan malam. Berhubung gue orangnya parnoan, jadinya sepeda sempat gue pindah ke dekat tempat makan gue Smile with tongue out

DSC00609 - LR

pasar malam di Gili T bersama bule-bule

Hari pertama di Gili T selesai sampai Pasar Malam. Hari kedua pun sebenarnya tidak banyak berbeda dengan hari pertama, karena hanya keliling bersepeda saja. Mungkin untuk perjalanan berikutnya gue bisa bawa peralatan terus mainan air juga.

DSC00682 - LR

makanan sebelum pulang

DSC00695 - LR

Pulang dengan cidomo – @antaresbugi

Yang paling menarik adalah ketika naik cidomo ini, karena ini salah satu taksinya di Gili T. Dan lucunya lagi, ternyata untuk supirnya perlu ada Surat Ijin Mengemudinya. Jadi katanya perlu ada standarisasinya biar tidak sembarang orang yang mengangkut penumpang, ada paguyubannya gitu Open-mouthed smile

Karena kurangnya persiapan dan kurang mengumpulkan informasi untuk transportasi dari Gili T ke Lombok, gue sama April pun agak sembarang beli tiket kapal saat menuju Pasar Malam. Alhasil beli tiket kapal dan sewa kendaraan dimana per orang kena harga 100 ribu. Yah saat itu cuma percaya saja karena sudah mepet dan tidak ada alternatif, pokoknya selama ada yang murah jadi diambil saja dulu. Ceritanya 100 ribu itu sudah termasuk perahu penyebrangan dan kendaraan dari pelabuhan Bangsal sampai Mataram.

Dengan harga segitu, terbayangnya adalah fast boat dari Bali ke Gili T yang super nikmat itu dan kendaraan yang cukup nyaman. Tapi ketika balik, ternyata dapatnya adalah public boat yang bisa googling sendiri seperti apa bentuknya, udah gitu harga aslinya cuma sekitar 10 ribu per orang :/ Oke lah ini kesalahan banget karena kurang persiapaan menuju Lombok.

Dan yang lebih zonk lagi, ternyata mobil yang akan mengantarkan ke Mataramnya baru jalan beberapa menit sebelum gue sampai lokasi. Alhasil harus sewa mobil lagi, dan artinya keluar biaya lagi Sad smile cukup menyebalkan dengan kejadian seperti ini, tapi ya tetap saja salah sendiri juga kurang persiapan di bagian ini.

Saran gue, kalau emang ngebolang beli tiket public boat langsung tanpa perantara. Dan bisa naik angkot atau taksi untuk perjalanan Bangsal ke Mataram atau sebaliknya. Di Lombok ada taksi biru juga kalau memang merasa lebih aman menggunakan si taksi biru itu. Kalau lagi honeymoon, cari tiket fast boat aja! Biar acara malamnya tidak terganggu haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s