Kabur Sejenak ke Pahawang


Setelah hiatus sekian lama dari dunia per-blog-an, akhirnya gue mencoba untuk menulis kembali. Rutinitas dan lingkuhan dalam kehidupan gue sekarang seakan membuat gue enggan untuk mendekat ke dunia blog lagi, pulang kerja sampai larut malam, mulai rajin beli game asli sehingga rasanya sayang kalau tidak dimainkan, sampai project luar kota yang memaksa gue untuk tidur sekamar dengan orang lain.

Walaupun sebenarnya sudah ada beberapa perjalanan aka trip yang gue lalui untuk pelarian dari rutinitas, tapi trip ke pahawang kali ini lah yang bisa menjadi titik balik gue dalam menulis perjalanan hidup di blog kembali. Apakah perjalanan kali sangat berkesan? Jawabannya cukup mudah, tidak ada trip yang tidak berkesan. Kenapa trip ini menjadi titik balik gue mulai ngeblog lagi? Ga tau, mungkin karena mood gue untuk nulis sedang hadir dan gue mendapat tempat perlarian yang tepat untuk menulis blog.

IMAG0498

Lokasi di sudut kafe, sempurna menemani kesendirian sambil makan dan ngetik

Perjalanan ke Pahawang ini dimulai dari sebuah ajakan ke April karena gue lumayan penat dengan kegiatan project sehari-hari, bertemu dengan orang yang sama setiap hari, jumat pulang ke rumah sampai hampir tengah malam, senin harus bangun lebih pagi karena harus perjalanan Bekasi – Bandung. Gue sempat mengajak teman gue yang sering naik gunung untuk ke Gn. Papandayan dalam waktu dekat. Tapi rasanya agak kurang lengkap kalau tidak menyambangi sebuah pantai untuk pelarian, akhirnya gue berpikiran untuk mengajak April ikut sebuah trip singkat. Berdasarkan hasil browsing di BPI, ada dua calon kuat untuk weekend getaway gue, yaitu Pahawang atau Pari.

Singkat cerita, gue berhasil buat cuti dan terpilih lah Pahawang sebagai pelarian. Dan April ikut dengan mengajak adeknya, Rizki. Kenapa gue harus cuti? Karena waktu dari Bandung ke Merak tidak akan cukup, apalagi pulang dari kantor selalu setelah maghrib.

Sampai Merak sekitar jam 23.30, setidaknya masih tidak meleset dari timeline yang diberikan penyedia open trip tersebut. Anggota open trip nya cukup banyak, ada 24 orang. Tapii, di Merak itu sudah kumpul banyak sekali orang yang akan ke Pahawang juga dari berbagai penyedia trip, disana April sempat bertemu beberapa temannya yang juga mau ke Pahawang. Hebatnya, anggota trip yang diikuti temannya april itu kurang lebih 50 orang! Gue sempat kaget juga berarti nanti akan ada ratusan orang disana Open-mouthed smile

Trip kami baru mulai bergerak masuk ke kapal jam 00.00, cukup membuat badan terasa pegal-pegal karena mengganggu jam tidur. Masuk kapal langsung pilih untuk upgrade ke kelas bisnis supaya dapat tempat duduk yang lebih nyaman untuk tidur yang cuma beberapa jam itu. Entah kapal mulai berlayar jam berapa karena sudah tidak tertarik untuk melihat keluar yang sudah gelap gulita dan susah melawan rasa kantuk, jadi gue stay di tempat duduk dan bersiap tidur supaya main di Pahawang lebih puas. Ya itu lah yang ada dipikiran gue.

Sekitar jam 03.00, kapal merapat ke Pelabuhan Bakauheni dan kami beralih dari kapal menuju mobil yang akan digunakan untuk mengantarkan kami ke dermaga Ketapang. Agak bingung kenapa namanya Ketapang, gue pun sempat terbayang kalau itu ada di Jawa Timur Smile with tongue out Dan benar saja pilihan April untuk memilih trip yang menggunakan mobil sewa daripada yang carter angkot setempat. Harga bisa dibilang tidak beda jauh tapi tempat duduk rasanya jauh lebih baik menggunakan mobil sewaan, apalagi perjalanan dari Bakauheni ke dermaga Ketapang itu makan waktu sekitar 3 jam. Perjalanan yang cukup melelahkan karena itu pun belum sampai tujuannya Open-mouthed smile

2015-09-07 10.36.11 1

Antrian untuk menyebrang

Sampai dermaga Ketapang tidak langsung menyebrang karena harus mengantri, sarapan, dan kebetulan cuaca juga kurang mendukung pagi itu. Tempat menunggunya ada di rumah warga yang digunakan berbagai open trip, sehingga rumah tersebut sangat ramai dan kamar mandi saja harus mengantri. Dan gue perhatikan, itu satu-satunya rumah yang jadi tempat menunggu dan dia menyediakan sewa snorkel. Entah berapa banyak omset yang dia dapatkan setiap minggunya, karena pasti ada saja trip yang melakukan perjalanan ke Pahawang dan sekitarnya.

Perjalanan dari dermaga Ketapang ke Pahawang ini tidak terlalu lama, walaupun sebenarnya gue pun juga ga inget berapa waktu yang dibutuhkan buat sampai Pahawang Open-mouthed smile Biasanya menurut guide-nya, Koheng, berangkat itu langsung nyemplung tapi karena cuaca yang tidak begitu bersahabat jadinya langsung ke homestay. Untungnya kali ini saya tidak terlalu bernafsu nyemplung dan memang pengen ke homestay buat naro barang biar tenang sama barang-barang.

Bisa dibilang perjalanan kali ini, gue bener-bener tidak inget nama pulau-pulaunya dan tidak tau udah nyemplung dimana saja haha jadi agak membingungkan juga untuk mau ceritanya, yang pasti spot pertama yang didatangi itu merupakan spot yang terkenal di Pahawang. Ada candi dan tulisan Pahawang di dalam airnya, entah itu nama spot-nya apaan. Tapi nyemplung pertama ini tidak membuat saya merasa amaze dengan tempat ini, karena saat itu tempatnya cukup ramai, ada sekitar 4 kapal berada disana dan jaraknya berdekatan. Tidak jarang lagi enak-enak ngeliat ke bawah, di teriakin orang disuruh minggir karena ada kapal yang mau pergi lagi, jadi harus cepat-cepat menghindar dari kapal :/

2015-09-07 07.40.46 1

Gue akui hari pertama tidak terlalu puas dengan pemandangan dalam airnya tapi sangat puas dengan pemandangan pantainya. Sepertinya gue memang bukan penikmat keindahan dalam laut, nyemplung aja ga bisa dalem Smile with tongue out Dan seperti biasa ketika sampai pantai, mencoba mencari beberapa spot supaya dapat foto yang bagus dan menikmati berbagai macam spot keindahan pantai. Mungkin alasan utamanya karena belum bisa menikmati isi laut.

2015-09-07 07.41.04 1

salah satu objek yang gue suka, bentuknya bagus tapi sayang, hanya butuh beberapa menit untuk jadi tempat tidur orang-orang

IMG_1187 - LR

Inisial

2015-09-07 10.36.10 1

modal: kamera hp + wide lens tambahan + filter VSCO

IMG_1172 - LR

agak modal: pocket cam + lightroom + preset VSCO

Masuk hari kedua, karena sudah bawa tripod jadi tidak boleh sia-sia, alhasil pagi-pagi langsung keluar ke pinggir pantai dengan tripod dan pocket cam. Apa cuma pocket cam? Ya belum ada dana untuk beli yang mirrorless atau DSLR seperti para fotografer sebenarnya, lagipula yang penting bisa mengabadikan kegiatan jalan-jalan gue Open-mouthed smile Dan memang perlu kesabaran tingkat dewa ketika pakai tripod ini, dari setting kamera yang penuh dengan trial and error dan mba-mba perusuh macam April *peace yo*

2015-09-07 10.10.47 1

Alhasil ada hasilnya juga, setidaknya bagi diri sendiri ini bagus

IMG_1198 - LR

Sang Pengganggu.

Hari kedua tetap ada menyelam dan berkeliling ke beberapa pantai yang selalu tidak gue ingat namanya, lebih tepatnya semua pulai dan pantai disini tidak ada yang gue apal hehe. Karena sudah malas basah-basahan, jadi gue hanya melihat dari atas perahu dan foto-foto di pinggir pantai.

Males upload ulang, ambil dari instagram ajah

Processed with VSCOcam with kk2 preset

Biar kayak fotografer jago, ada satu objek jadi fokus utama *sotoy*

Setelah berkeliling dan foto-foto serta nontonin orang nyemplung, akhirnya perjalanan pulang di tengah siang hari bolong dan menuju arah matahari itu rasanya ihwow sekali.

2015-10-09 11.27.05 1

Hai matahari.

Mari nabung lagi untuk trip berikutnya \o/

Advertisements

2 thoughts on “Kabur Sejenak ke Pahawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s