Officially, I’m an Ex-Student


oke ini awalnya mau jadi postingan pertama ditahun 2013 ini, karena memang ini hal pertama yang benar-benar memorable terjadi ditahun 2013. sekian lama tidak ada cerita bersepeda, tidak ada cerita datang konser musik, tidak ada cerita masa galau, karena gue sedang sibuk satu hal yaitu TA.

diawal tahun 2013 ini gue melepaskan masa keperjakaan gue predikat gue sebagai Mahasiswa \m/ dan sebuah gantungan kunci peninggalan dari Alm. Haikal sudah bisa gue gunakan dengan baik :pDSC00027

satu semester lebih sedikit gue fokus pada TA, tapi tetap diselingin main game, bersepeda, jalan-jalan, dan pacaran. jadi bisa dibilang saat itu gue sangat fokus sekali dengan TA :p masih tidak percaya juga gue sangat fokus? oke, gue beri pembagian waktunya. dalam sehari biasanya main game sekitar 2 sampai 3 jam. bersepeda bisa hampir setengah hari, ya sekitar 6-9 jam kali ya :p pacaran bisa lama bgt, seharian kali ya. jalan-jalan ini bisa digabung dengan pacaran dan biasanya durasinya tetap seharian. dan untuk TA bisa dibilang paling lama, karena membutuhkan waktu 30 menit untuk mengerjakan setiap harinya. *itupun kalau ada yang dikerjain, biasanya bengong 😀

masa pengerjaan TA mungkin tidak ada masalah berarti, karena masalah dalam TA ya begitu-begitu aja. tapi saat pendaftaran sidang itu lah semua masalah berkumpul. dari dosen pembimbing yang sedang tidak jelas dimana, stok dosen penguji yang abis, dosen penguji salah jadwal, dan dosen penguji yang mendadak ga bisa nguji.

seminggu sebelum deadline sidang, harusnya bisa bimbingan supaya bisa dapat tanda tangan dosen pembimbing biar bisa daftar sidang. tapi ternyata dihari kamis yang telah dijadwalkan, sang dosen tidak ke kampus. semakin pesimis kalau bisa sidang sebelum deadline dan akan kena registrasi lagi. jadinya jumat sabtu minggu agak kurang semangat untuk mengejar TA.

seminggu sebelum deadline itu full gue bimbingan sama pembimbing 2 tentang aplikasi. perubahan yang tak terduga, bersilat lidah, main tipu-tipu, semua terjadi begitu saja. alasannya agak perubahan tak terduga tersebut bisa dipermainkan 🙂

pada minggu deadline, keajaiban dan masalah datang terus secara bertubi-tubi. dibuka dengan hari senin siang, dosen pembimbing 1 yang ga mau tanda tangan supaya bisa daftar sidang. tapi mendadak pas sorenya, dia mau tanda tangan buat daftar wisuda.

selasa, bisa dibilang hari ini gue paling beruntung daripada ayub dan ajie. mereka adalah makhluk seperjuangan. mau sidang TA dalam waktu dekat dan daftar dihari yang sama bertiga. butuh 3 dosen penguji dan gue sudah dapat semuanya dalam satu hari, yaitu bu ayis, mas agus, dan bu warih. sedangkan ayub baru dapat 2 dosen penguji dan ajie cuma 1 dosen penguji.

rabu, H-1 sidang. rencana sidang hari kamis. ayub dan ajie baru berhasil dapat dosen penguji lengkap. tapi saat mau daftar sidang, gue lah yang paling sial. ternyata bu warih mengira gue sidang hari rabu dan kalau hari kamis dia tidak bisa jadi dosen penguji. shit!

30 menit sebelum daftar sidang, gue mencoba mendatangi bu lucy untuk jadi penguji. dan untung saja dia mau walaupun akan datang telat. setidaknya masalah gue untuk hari rabu ini terselesaikan sangat mepet dengan daftar sidang. hari rabu sudah cukup tenang dan tinggal mempersiapkan sidang hari kamis.

kamis, hari H sidang, dimulai dari sidang ayub jam 11,  gue jam 1, dan ajie jam 3. oke itu rencananya dan yang terdaftar di admin fakultas. tapi pada kenyataannya, jam 11 baru ada 1 dosen penguji. ayub kebingungan keliling gedung C nyari dosen pengujinya, dan ternyata sedang 1 nguji orang lain, sedangkan yang 1 lagi lupa.

walaupun agak tersendat, tapi sidang ayub bisa dikatakan lancar dan dapat pujian dari dosen penguji terutama pak rohmat, dengan dibilang kalau TA dia seharusnya TA dua orang. dan bisa dibilang dosen penguji ayub tidak ada yang killer. karena memang dosen pengujinya sudah terkenal kalau santai dan banyak becandanya saat nguji 🙂

selesai sidang ayub, mulai lah masalah datang kembali buat gue dan ajie. mas agus salah satu dari penguji kami mendadak tidak bisa karena ada urusan dan digantikan oleh pak mardi. awalnya gue tidak terlalu masalah, tapi ketika diberitahu kalau ternyata pak mardi biasanya nyerang di aplikasi barulah gue merasakah nightmare-nya.

gue sudah terlalu mepet dan malas cari penguji lainnya, jadi ya terima saja dengan pak mardi. sedangkan ajie sibuk mencari penguji pengganti biar tidak diuji sama pak mardi, dan akhirnya pun dia dapat penguji pengganti dan terkenal kalau tidak kalah santainya dengan dosen penguji ayub. *why only meee???

jam 1an, mulai sidang gue. dengan penguji yang berubah-ubah dan finalnya penguji gue adalah bu ayis, pak mardi, dan bu lucy. sidang berjalan lancar saja, walaupun hanya dengan 2 dosen penguji karena bu lucy memang datang telat, dan bisa dibilang memang pak mardi yang paling banyak bertanya dan memang benar dia lebih ke aplikasinya.

jangan takut sama reputasi dosen
karena reputasi buruk belum tentu akan menjatuhkan.

tapi setidaknya pak mardi sudah puas dengan segala macam inputan dari aplikasi gue *yahoo* alur dari aplikasi juga dia tidak bermasalah. mungkin karena memang cara berpikir dia tidak terlalu jauh beda sama gue kali ya. 😀

dari bu ayis pertanyaannya tidak terlalu ribet dan banyak revisi di buku TA saja. biasalah karena ketidak-telitian saat pengerjaan jadi ada banyak revisi di tata tulis tapi tidak terlalu pusing lah ya 😀

kemudian datang lah bu lucy disaat sudah hampir selesai. bu lucy yang terkenal dengan sifat keibuannya dan santai saat sidang ternyata sedikit berubah saat sidang gue. tidak menjadi killer, tidak membantai tentang TA gue, dan tidak menjatuhkan nilai gue juga. tapi revisi dibagian yang kalangan dosen pun masih bisa memperdebatkannya. masalah bab 3 membuat para dosen yang berdiskusi dan gue hanya bisa terdiam memperhatikan dosen yang saling diskusi.

seperti sidang TA pada umumnya, seluruh mahasiswa disuruh keluar agar dosen-dosen melakukan sidang tertutup untuk menentukan nilainya. biasanya sidang tertutup penentuan nilai cuma 5 menit, mungkin kurang. tapi saat gue ini, sidang tertutupnya cukup lama dan tidak biasa lamanya. lumayan buat shock therapy karena sepertinya ada masalah besar.

sidang tertutup sudah selesai, mahasiswa diijinkan untuk masuk ke ruangan lagi. dan gue masih tidak tau nilainya karena berkas nilai masih dipegang sama dosen pembimbing. gue cuma membereskan tempat sidang kemudian lanjut ajie yang sidang. pelajaran yang gue dapat hari ini adalah jangan takut sama reputasi dosen, karena reputasi buruk belum tentu akan menjatuhkan. (y)

sidangnya ajie tidak terlalu gue perhatikan, karena gue lebih teringat pada revisi aplikasi. tapi ada sedikit-sedikit yang gue dengar selama sidang. bisa dibilang dosen penguji ajie tidak ada yang memiliki reputasi buruk dan biasanya mainnya sama buku TAnya. dan benar saja, ajie kejar diaplikasi oleh dosen-dosen yang biasanya main sama buku TA 😀 tapi tenang, semuanya berhasil lulus dihari kamis yang penuh perjuangan ini  \m/

sebenarnya revisi pun tidak kalah yahud ceritanya dan penuh perjuangan juga tapi ketika gue scroll tulisan ini ke atas. sepertinya sudah sangat cukup karena tulisannya sudah panjang sekali dan gue pun biasanya malas baca tulisan panjang 😀 untuk foto-foto buku TAnya belum dibikin karena lupa difoto bukunya :p

oke, ciao.

*bahasa inggris ngaco sebagai judul itu udah jadi ciri khas :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s