Ketika Media Sosial Bertemu Dengan Bisnis


Sebenarnya sudah lama saya mau menulis tentang dunia marketing yang berhubungan dengan media sosial seperti jejaring sosial atau blog. Kebetulan ada Blog Competition dari Prasetiya Mulya Business School tentang media sosial, jadi saya pun tergerak untuk melakukan apa yang sudah saya niatkan dahulu dan kemudian mengumpulkan beberapa bacaan tentang dunia marketing dengan media sosial. πŸ™‚

Pertama yang harus dibahas adalah β€œApakah media sosial/social media itu?”. Sebagian besar orang menganggap media sosial itu jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter, namun sebenarnya sosial media memiliki arti yang lebih dari itu.

Menurut Wikipedia,

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.

Jelas kalau media sosial itu ada berbagai macam jenis. Dan dengan keberagaman media sosial dan fasilitas yang bisa digunakan secara gratis, mulai banyak bisnis besar maupun yang baru menjelajahi dunia media sosial untuk digunakan sebagai media promosi atau bahkan sampai jual beli.

Dikarenakan saya sempat mencari beberapa bahan bacaan untuk menulis, saya menemukan beberapa hal yang menarik untuk dimasukkan ke dalam blog. Yaitu fakta tentang media sosial dengan dunia marketing dalam bisnis.

Ada banyak fakta yang saya temukan, namun berikut ini adalah beberapa fakta yang saya pilih dari β€œWTF is Social Media?”

  • Public Relations
  • Customer Service
  • Loyalty-Building
  • Customer Aquisition

Mungkin kalau tidak pernah mengalaminya tidak akan percaya dengan beberapa fakta tersebut, namun saya mengalaminya, bukan sebagai pemilik bisnis, tapi sebagai pelanggan. Petama tentang Public Relations, saat ini marak akan bisnis yang menggunakan media sosial dan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang diluar sana. Media sosial yang digunakan sebagai media komunikasi dengan pelanggan dan memperlakukannya dengan baik, maka akan terjalin sebuah hubungan dengan baik pula. Karena hubungan yang baik dengan pelanggan adalah dengan terjun langsung ke pelanggan. Berkomunikasi langsung dan menyediakan tempat untuk pelanggan bisa berbagi dengan sesama pelanggan lainnya.

Customer Service, ketika pelanggan enggan untuk menghubungi perusahaan karena belum ada layanan bebas pulsa atau enggan untuk datang ke sebuah tempat customer service karena usaha yang dibutuhkan lebih besar untuk pergi ke customer service, media sosial bisa menjadi salah satu jawabannya πŸ™‚ Untuk sebuah perusahaan besar, mudah untuk membuat website untuk menampung segala saran dan kritikan. Namun beda ceritanya dengan bisnis kecil, biaya yang cenderung lebih besar dapat menjadi masalah tersendiri, sehingga penggunaan media sosial sangat membantu. Saat ini jelas terlihat seperti penggunaan Twitter untuk customer service seperti pada gambar ini:

cs simpli

Twitter sebagai media Customer Service

Untuk Loyalty-Building, menurut saya ini berkaitan erat dengan customer service. Kenapa? Siapa si yang tidak senang kalau ada komplain atau saran kemudian direspon langsung oleh pihak customer service. Contoh, cukup mengadu di Twitter kemudian dapat jawaban yang memuaskan. Dapat dipastikan kalau pelanggan akan merasa puas dan yakin kalau pelayanannya memang menjanjikan πŸ™‚ *secara teori si seperti itu :p

Customer Aquisition, ini ni yang benar-benar saya alami dan sangat saya sadari. Tidak ada yang lebih daripada pengalaman pribadi :). Saya menjadi pelanggan tempat makan yang sebelumnya saya tidak pernah dengar sama sekali, berkat Twitter akhirnya saya jadi tau beberapa tempat makan dan kemudian jadi tempat wisata kuliner saya πŸ™‚ seperti Rumah Lezat Simplisio (@RumZatSimplisio), dan untuk akun Twitter distro yang menjual barang-barang yang saya ingin dapatkan, yaitu Lawless Jakarta (@lawless_jkt). Selain itu, dengan media yang berbeda, yaitu blog, teman saya menjadi pelanggan dari sebuah usaha pakaian yang bernama Dreambirdsartwear (http://dreambirdsartwear.blogspot.com) :p

Namun untuk membuat hal itu semua, perlu diingat kalau media sosial itu memerlukan sesuatu yang disebut dengan Content. Jelas! Tanpa ada isinya media sosial tidak akan berguna dan tidak ada efeknya terhadap suatu bisnis. Mungkin selama ini yang saya sadari setelah melihat beberapa kegiatan teman-teman saya yang berjualan dan berbagai macam akun media sosial yang saya perhatikan, semua rajin posting dalam akun-nya. Untuk pebisnis yang baru mulai berjualan, dapat mem-posting barang jualannya secara berkala, walaupun repetitif tapi terlihat kalau jualannya tetap berjalan. Untuk yang sudah memiliki testimoni dari pelanggan, bisa dengan mem-posting testimoni tersebut. Contoh di Twitter, jika ada akun yang memberikan testimoni melalui Twitter, cukup menggunakan fitur Retweet maka testimoni tersebut akan terlihat kepada semua follower anda πŸ™‚

Klik untuk memperbesar gambar

Barang jualan pada Lawless Jakarta.

Klik untuk memperbesar gambar

Testimoni pembeli dari Rumah Lezat Simplisio.

Selanjutnya, sebuah content akan menggambarkan seperti apa usaha yang kita jalani. Apa yang akan kita posting adalah gambaran yang akan kita lihat, jadi pastikan posting hal yang dapat membuat usaha menjadi β€œterlihat” lebih baik. Kenapa diberikan tanda kutip? Ya karena media sosial itu bukan lah sebuah toko fisik dimana pelanggan dapat melihat langsung dan berinteraksi langsung dengan produknya, jadi masih memungkinkan untuk β€œterlihat” lebih baik πŸ™‚

Dan menurut saya, yang perlu diingat adalah jangan gunakan gambar yang berasal dari internet. Kenapa? Jelas itu akan membuat usaha anda terlihat tidak meyakinkan, anda bilang anda menjual produk tapi gambar produknya saja dari internet. Jaman sekarang banyak bertebaran para remaja yang sudah memiliki kamera yang mumpuni, jadi mungkin bisa memanfaatkannya πŸ™‚ anda mendapatkan foto yang bisa sesuai dengan keinginan anda, dan sang fotografer mendapat tambahan isi untuk portofolionya.

Yang menarik menurut saya adalah postingan pada Dreambirdsartwear, karena melihat blognya terasa seperti melihat BreadTalk. Tau konsep open-kitchen pada BreadTalk? Nah hal itu seperti terasa pada blog Dreambirdsartwear, karena sering kali ada postingan gambar saat proses pembuatan sablon kaosnya.

Behind the Dreambirdsartwear

Konsep Open Kitchen pada Blog?

Tetapi masih banyak media sosial yang lain, yang sangat mendukung bisnis dalam jual beli. Untuk jejaring sosial semacam twitter kan banyak digunakan untuk dalam hal marketingnya, atau sebagai tempat untuk menunjukkan produk. Kemudian bagaimana dengan proses jual belinya? Di Indonesia ada Bukalapak.com, tokobagus.com, dan kawan-kawannya, dimana kita bisa melakukan jual beli langsung. Tidak perlu keluar uang banyak untuk membuat toko atau web jual beli sendiri, cukup menggunakan yang sudah ada. Kalau masih kurang, masih ada multiply.com, disana kita bisa seperti mempunyai web jual beli pribadi. *bukan mengiklankan multiply, tapi memang seperti itu fungsinya multiply sekarang ini πŸ˜€

Bahkan Esia pun juga menggunakan multiply untuk sebagai ruang jual beli onlinenya.

esia

Jadi di milenium yang penuh sesak akan media sosial ini, akan banyak yang tertolong akan hadirnya berbagai macam media sosial yang bila digunakan dengan benar dapat menolong dalam menjalankan bisnis. Jadi, gunakanlah media sosial dengan bijak. πŸ˜€

Prasetiya Mulya Business School

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s