“Untitled” ieu?? Teuing.


Titut Titut ~~ (suara bunyi pesan singkat :p )

Datang sebuah pesan singkat pemberitahuan kalau gw mendapat DM (Direct Message) di Twitter. Dan ternyata DM dari pacar itu isinya adalah sebuah tautan yaitu http://infojkt.com/komunikasi-dengan-pasangan-saat-bertengkar/. Dari tautan tersebut sudah jelas isinya tentang apa, tapi oke mari kita bahas tentang tautan tersebut 🙂

Ada 5 poin pada artikel tersebut, sepertinya hanya ada beberapa yg akan gw bahas karena gw sendiri sedikit bingung karena terlalu tidak berhubungan dengan yg gw alami :p

Poin 1

Bertengkar Secara Sehat
Sebelum marah dan menegur pasangan karena dia telah melakukan kesalahan atau berbuat sesuatu yang kamu larang, tanyakan dulu pada diri sendiri kalimat ini: “Apakah kesalahannya mempengaruhi hidup saya atau hanya membuat kesal?” Jika tidak berpengaruh apa-apa terhadap hubungan atau diri kamu, diam dulu dan hindari pertengkaran.

Memangnya sebuah foto itu mempengaruhi hidup? Menurut gw, itu hanya membuat kesal. Karena memang tidak akan terjadi apa-apa kalau hanya menyimpan sebuah foto, gw pun tidak pernah melarang dia menyimpan foto. Dia menyimpan foto mantannya, pujaannya jaman SMA juga ga ada masalah untuk gw, karena itu gw tidak pernah melarang. Tapi kenapa dia sewot kalau gw menyimpan foto gw dan teman-teman gw, sampai selalu mengatakan “bakar”.

langsung ke Poin 3

Jangan Sembarang Komplain
Saat komplain kepada pasangan, katakan apa yang Anda mau, bukan yang Anda tidak inginkan. Komplain sebaiknya memberi dampak yang positif setelahnya, bukan malah memperburuk masalah. Sebagai contoh, daripada mengatakan, “Kamu selalu tidak punya waktu untukku. Waktumu hanya untuk pekerjaan dan teman-teman!” lebih baik berkata, “Aku merindukanmu belakangan ini. Bisakah malam minggu nanti kita bertemu?”

Agak mirip-mirip walaupun berbeda konteks 🙂 komplain itu seharusnya memberikan dampak positif. Tidak suka gw bawa digicam saat main sama teman, karena selama ini gw tidak pernah bawa digicam saat pacaran. Daripada bilang “Ga suka foto” atau “Ga mau foto pakai digicam kamu” atau lain-lainnya, mendingan bilang aja “Lain kali pas kita lagi jalan, digicam-nya dibawa ya.” Itu perkataan yg jauh lebih enak didengar dan cukup beritahu gw kalau tidak suka gw pergi sama teman dan bawa digicam buat foto-foto. As simple as that.

Poin 4

Hindari Menggunakan Kata ‘Terserah’
Jangan bersikap pasif dalam setiap perdebatan dengan berkata, ‘terserah apa maumu’. Sikap tersebut mungkin bisa meredakan pertengkaran tapi sifatnya hanya sementara dan justru bisa membuat masalah jadi menggunung. Selalu berkata ‘terserah’ juga akan membuat pasangan jadi lebih dominan, karena selalu dia yang membuat keputusan dalam setiap masalah. Biasakan mengemukakan pendapat apapun risikonya.

Nah ini ni yg termasuk agak susah, karena gw sama dia sering pakai ini kata. Mari kita kurangi 🙂

Poin 5

Minta Maaf dengan Alasan
Memohon maaf hanya dengan mengatakan “Aku minta maaf” adalah cara yang buruk karena terdengar kurang tulus dan bahkan bisa memicu pertengkaran yang lainnya. Katakan maaf beserta alasannya, contohnya, “Maafkan aku karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak,” atau “Aku minta maaf karena kemarin pergi tanpa memberitahumu.” Tunjukkan bahwa kamu merasa bersalah karena telah menyakiti pasangan dan katakan bahwa Anda akan melakukan segala cara untuk mencegah kesalahan itu terjadi lagi. Penelitian menunjukkan, dengan menambahkan kata ‘karena’ atau alasan, permintaan maaf lebih persuasif dan membut kekasih lebih mudah memaafkan.

Ini gw agak bingung, karena gw selalu dihakimi “tidak pernah salah” sama dia. Gw punya alasan untuk setiap tindakan gw dan gw tidak merasa salah, kalau memang misalnya salah ya tolong diberitahu. Seperti bawa digicam saat main sama teman, oke gw setuju gw salah, setidaknya gw tidak untuk mengulanginya lagi. Lah ini main sama teman aja tidak, tapi tetap aja salah mulu kalau berhubungan dengan foto.

Kenapa Poin 2 tidak dibahas? Karena gw tidak mengerti maksud yg poin 2, mengerti si sebenarnya tapi agak susah untuk dijelaskan 🙂


Oke sekarang intermezzo sedikit ya 🙂

Berkat tautan yg diberikan sang pacar, ternyata menarik gw ke beberapa tautan lainnya, salah satunya http://infojkt.com/alasan-kenapa-pria-bosan-dengan-hubungan-asmara/ 😀

Ada 5 poin juga pada artikel tersebut tapi hanya ada 3 poin yg tepat dengan keadaan yg gw alami, yaitu Perkelahian biasa, Menuntut pernikahan, dan Kurangnya kebebasan. Tapi gw malas mengetik penjelasannya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s