Desain Riset


Desain riset adalah sebuah kerangka atau blueprint untuk memandu pelaksanaan riset pemasaran. Desain riset merinci prosedur yang dibutuhkan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun solusi dari masalah yang dihadapi. Meskipun pendekatan telah disusun, namun masih tetap dibutuhkan rincian dalam implementasi bagian-bagian dari riset.

Umumnya desain riset mencakup beberapa komponen, yaitu:

  • Pendefinisian informasi yang dibutuhkan;
  • Pembuatan desain dari setiap tahap riset pemasaran, baik eksploratori, deskriptif, dan/atau kausal;
  • Menentukan prosedur pengukuran dan skala yang akan digunakan;
  • Menyusun dan melakukan pretest kuesioner (format pelaksanaan wawancara) atau cara lain untuk beragam cara pengumpulan data;
  • Menentuan perencanaan sampling dan ukuran sampel;
  • Membuat rencana analisis data.

Klasifikasi Desain Riset

image

Riset Eksploratori

Secara umum, riset eksploratori dapat digunakan untuk berbagai macam penelitian dimana peneliti belum sepenuhnya memahami masalah yang sedang dihadapi. Riset ini memiliki beragam metode yang dapat dilakukan dengan cara yang fleksibel. Prosedur yang tidak kaku mempermudah proses pengumpulan informasi lebih dalam. Sedikitnya jumlah sampel memungkinkan peneliti untuk lebih fokus dan menggali lebih dalam dari masing-masing responden.

Tujuan dari dilakukannya riset eksploratori:

  • Memformulasikan masalah atau mendefinisikan masalah dengan lebih akurat;
  • Mengidentifikasi alternatif solusi dari masalah;
  • Menyusun variabel-variabel yang diduga memiliki kaitan dengan permasalahan beserta hubungannya;
  • Merumuskan hipotesis;
  • Memperoleh pandangan baru untuk merumuskan pendekatan dalam memecahkan masalah;
  • Merumuskan saran-saran untuk riset selanjutnya.

Riset Deskriptif

Riset deskriptif diawali dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan riset deskriptif, peneliti dianggap atau diwajibkan memahami permasalahan secara benar dan akurat. Selain itu, informasi yang diperlukan sudah jelas dan mudah diperoleh. Dengan demikian, riset ini dilaksanakan dengan terencana dan terstruktur.

Tujuan dari dilakukannya riset deskriptif:

  • Untuk mendeskripsikan atau menggambarkan karakteristik dari kelompok-kelompok yang terkait, seperti konsumen, distributor, perusahaan, atau wilayah pasar dari produk tersebut. Misalnya pada saat perusahaan ingin menentukan heavy user dari produk mereka, perusahaan dapat melakukan riset deskriptif.
  • Untuk memperkirakan persentase unit atau bagian dari suatu populasi yang menggambarkan perilaku tertentu. Misalnya pada saat perusahaan ingin memetakan pelanggan yang cenderung loyal dan pelanggan yang cenderung tidak loyal.
  • Untuk menentukan persepsi pelanggan mengenai karakteristik produk perusahaan. Misalnya untuk melihat posisi dan pertimbangan pelanggan dalam memilih produk sejenis.
  • Untuk menentukan tingkat penerimaan pelanggan atau masyarakat terhadap variabel-variabel tertentu. Misalnya pada saat perusahaan ingin mengetahui seberapa besar pengaruh frekuensi berbelanja seseorang dengan intensitas makan di luar rumah.
  • Untuk membuat perkiraan yang spesifik. Perkiraan ini dapat meliputi spesialisasi produk, wilayah, maupun distributor produk. Misalnya pada saat perusahaan ingin membangun pola penjualan produk yang tepat di wilayah Z.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s