Mystery of Batavia


dari awal gw selalu ingin bisa pulang dan melihat pameran, sebelumnya gw ingin melihat Jakarta International Stencil Art tapi gagal. gw lupa karena apa tapi yg pasti gw pun gak jadi balik ke bekasi. menyebalkan, apalagi sebenarnya acara itu punya jangka yg lama, sekitar 1 bulan pameran. untuk jarak bandung-bekasi seharusnya gw bisa balik sekali untuk melihat pameran tapi tidak juga. jadi berhubung sekarang gw lagi pulang, dan secara tiba-tiba sodara gw sms kalo hari sabtu ada acara. mungkin ini bukan pameran tapi sebuah rangkaian acara yg berbeda dari acara yg pernah gw datangi. ada Teater Koma yg beraksi sampai lukisan mural Pak Harijadi. siapa dia? gak tau gw juga. haha yg pasti nyokap sama sodara gw tau dan orang itu temannya kakek gw, Sudjojono.

sedikit terhambat niat buat liat acaranya karena bokap gw awalnya gak mau ikut. gw si tetep ajak nyokap buat naik kereta. gw mau liat sesuatu yg menyenangkan. mencari inspirasi. “pokoknya gw harus kesana!” isi pikiran gw cuma gitu doang, secara gw gak mau liburan terasa biasa aja.

perjalanan dari rumah sampai Museum Jakarta, Fatahilah biasa aja. ketemu sodara-sodara gw pun juga biasa saja. toh udah sering ketemu. haha anak gak bener ya gw..

sebelum acaranya dimulai, para penonton disuruh kumpul dulu di depan pintu masuk ruang acaranya. ada 2 orang berpakaian hitam-hitam bak algojo berkeliling. tapi entah kenapa tidak ada serem-seremnya, gw malah mau ngajak foto bareng tapi gak jadi karena gw gak ada kamera yg bagusan. haha dan kemudian 1 orang keluar dari dalam ruangan acara, menyambut penonton. dia bercerita sedikit tapi gw gak mengerti. tapi beberapa ada yg gw ngerti juga haha dan selama di luar, ada 1 orang yg ‘beruntung’  mendapat sesuatu dari algojo-algojo-an itu. bentuknya seperti keris yg dibungkus dengan kain.

masuk ke ruangan acara teater, tempat duduk seadanya. duduk di tangga doang. ada beberapa orang yg lesehan. ini menyenangkan, karena tidak ada format kaku yg membosankan. sepertinya gw akan sangat menyukai teater. dan gw harus melihat acara teater lagi lain kali.

acara teatrikal mereka lebih banyak becandaannya, menghibur. seorang pemimpin dan 2 orang prajurit yg kelakuannya sama aja minusnya. agak lucu karena mereka berakting dengan tembok, karena latar belakangnya menggunakan animasi dari lukisan mural. para pemimpin-pemimpin lainnya dan para meneer semua ya dari animasi. tapi kelakuan 2 prajurit bikin ketawa. komedi yg ringan untuk dicerna.

ceritanya tentang hilangnya pedang Jayakarta, eh lupa deng jayakarta atau bukan, pokoknya pedang lah yg ilang. haha dan sempat ribut-ribut dan akhirnya penonton yg  ‘beruntung’ tadi di panggil karena menerima pedang yg diberikan algojo. sayangnya, penonton yg ‘beruntung’ itu orangnya gak rame. dia hanya bisa senyum, bingung, dan grogi (sepertinya). agak timpang karena aktor dari teater komanya seru tapi tu orang malah bingung.

setelah acara teatrikal, 2 penonton diminta maju untuk main gem. dengan stik wii, bisa menyorot beberapa bagian dan membuatnya menjadi berwarna. ya gw kagum dengan permainannya. menyenangkan sekali tapi awalnya gw tidak mengerti jadinya gw pun malas maju. haha jadi dengan menyorot ke arah background teater tadi, penonton disuruh mencari dimana letak pedang yg hilang tadi. ya seperti gem detektif-detektif-an yg sering gw mainkan, mencari benda-benda yg sangat menyaru dengan gambar sekitarnya.

setelah gem tadi, akhirnya pindah ke ruangan muralnya. dan gw baru tau kalo ruang muralnya itu di museum jakarta. gw pikir, lukisannya itu di atas triplek atau benda sejenisnya dan bisa dipindah-pindahkan, ternyata tidak. benar-benar di tembok dan temboknya ada di museum jakarta. beberapa kali ke museum jakarta tapi gw gak pernah sadar kalo ada ruangannya. tidak besar untuk sekelas ruangan. dan hanya berisi 1 lukisan mural raksasa. hampir seluruh tembok ruangan itu diisi dengan lukisan. tapi sayang, lukisannya tidak pernah selesai sampai saat ini. ya lagipula pelukisnya pun sudah tidak ada.

untuk format acara gw lumayan suka, teater koma nya seru dan menghibur, ruangan mural mantap. tapi sayang, ada gambar di tiket masuk dan gambarnya (menurut gw) mirip dengan kartun avatar. ada Sang Naga, Sang Elang, dan Sang Singa. memang di avatar itu adanya elemen-elemen, tapi bentuk gambarnya sangat tidak Indonesia. bentuk gambarnya sangat ke-jepang-an atau ke-amerika-an. bukan bentuk gambar ciri khas Indonesia. untuk melihat bagaimana bentuk gambar yg Indonesia bgt ya silahkan saja liat komik-komik Indonesia jaman dulu, semacam Gundala. old school enough.

berikut beberapa gambar yg berhasil gw tangkap dengan kamera VGA dari hp. hell yeah!

DSC00932DSC00933DSC00934penonton yg 'beruntung'DSC00936DSC00937oh lord, please bring me to heaven!DSC00939wow booth conceptDSC00942DSC00943

oiya, jangan lupa juga buat buka situsnya : http://www.mysteryofbatavia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s