Bandrek!!!


Bandreekkkk Anjiiinngg!!!

mungkin itu yg kata-kata yg melintas di otak gw dan sempat ingin gw pakai untuk judul postingan ini tapi sepertinya terlalu kasar. jadinya itu hanya terucap dalam hati saja dan tertulis di blog ini. ya terlalu kasar tapi tetap saja gw tulis disini. hehe maklum, semakin hari omongan semakin tidak karuan. oke sekarang mulai ke ceritanya aja.

berada ditengah-tengah UTS dan gw sedang berada dalam keadaan bimbang. diantara bersepeda di pagi hari atau mengerjakan UTS Take Home mata kuliah PSSI. PSSI disini bukan masalah sepak bola, bukan tentang Nurdin Halid, ini benar-benar mata kuliah yg gw ambil. mata kuliahnya itu Perencanaan Strategi Sistem Informasi kalau disingkat jadi PSSI. bener kan? hehe ah sial, kembali ke topik awal. tentang UTS PSSI.

UTS Take Home yg sudah diberikan dari hari jumat sore tapi sampai hari minggunya pun belum gw sentuh sama sekali. menyebabkan kegalauan saat mau bersepeda. ingin bersepeda jarak jauh tapi tugas masih jauh dari pengerjaan. bingung? iya. soal-soalnya sebenarnya butuh waktu beberapa hari untuk mencapai kesempurnaan pengerjaan tapi kebiasaan menunda gw terlalu parah untuk saat ini. efeknya sampai hari minggu gw belum mengerjakan apa-apa dan harus dikumpulkan hari senin. dan hari seninnya ada dua UTS lagi. great!

malam minggu, bermain dengan bapak-bapak komplek. mereka berencana akan nanjak sampai Bandrek. gw sangat tertarik walaupun tidak tau apakah akan kuat atau tidak tapi saat itu memang gw sangat tertarik. gw mengingat minggu sebelumnya hanya berhenti disekitar tempat Pengolahan Air Minum. gw tidak tau itu seberapa jauh lagi tapi gw benar-benar penasaran. cerita bapak-bapak semakin membuat gw ingin kesana. dan alhasil, gw mengiyakan ajakan bapak-bapak. dan gw melupakan hal-hal yg seharusnya gw kerjakan dahulu. tapi apa daya, kalau tidak ikut pun palingan gw cuma main gem di kamar tanpa menyentuh UTSnya.

3 April 2011, pukul 05:30. entah ada apa, gw sudah mempersiapkan segala alarm hp dan gw bisa bangun karena alarm. biasanya? boro-boro. masih terasa sangat ngantuk tapi gw bisa bangun. gw hanya cuci muka, seperti biasa kalau mau sepedaan. tapi, yg membedakan hari ini adalah gw tidak pakai jeans hitam panjang. gw pakai celana pendek, tidak terlalu pendek, sekitar 3/4 lah. dan gw juga pakai sepatu. hal yg tidak pernah gw lakukan untuk bersepeda sebelumnya. biasanya pakai jeans hitam, sendal jepit, jaket, dan topi. sekarang jaket dan topi masih sama tapi celana sama sepatu yg membuat beda.

akhirnya gw mengeluarkan sepeda dan dengan pede nya langsung gabung sama bapak-bapak padahal tidak ada yg gw kenal. gw hanya diam saja namun ada beberapa bapak-bapak yg sudah sering ngobrol sama gw. tapi tetap saja gw tidak tau namanya, maklum kebiasaan gak pernah nanya nama orang. hehe agak aneh saat gw minta bayar 15 ribu, kenapa sepedaan aja ada bayarnya? katanya si supaya makan-makan sepanjang perjalanan bayarnya jadi gampang. gw sebagai mahasiswa kere, agak berat mengeluarkannya. haha lupakan.

jam 05:50, akhirnya berangkat. tidak ada yg spesial cuma yg agak berbeda mereka bersepedanya cepat sedangkan gw, biasanya santai saja. berhubung lagi konvoi ya gw harus mengikuti. mengikut kecepatan yg tidak biasa bagi gw. tapi tetap saja buat sampai ke lokasi CFD masih tidak terlalu beda waktunya sama pas gw santai jg. hehe

santai lokasi CFD, ternyata ada acara funbike. jalanan tertutup. langsung bapak-bapaknya mengambil jalan lain, tidak jauh dari tempat funbike tapi jalanannya entah kenapa lebih terasa berat kalau melewati jalannya padahal bentuk jalanannya menurut gw sama seperti di jalur CFD ya karena memang jalan yg dilewati itu disamping jalur CFD.

gw kira akan lanjut terus tanpa henti ternyata saat di ujung jalur CFD, tepatnya dekat McD. gw gak tau apa nama jalannya. pokoknya dekat situ. hehe bapak-bapaknya ngajak makan dulu. ternyata ini tempat pemberhentian yg pertama. warung kupat tahu. sudah direncanakan akan berhenti disini untuk sarapan sekalian isi tenaga lagi. lumayan buat isi tenaga.

selesai makan, langsung berangkat lagi. hajar terus. sekitar hampir sampai tempat gw minggu lalu, tempat Pengolahan Air Minum. gw tidak kuat lagi. gw berhenti dan dorong sepeda. berhenti tepat di depan tempat Pengolahan Air Minum. dan baru saja gw sadar, gw tidak bisa ganti gear ke yg paling enteng. agak membingungkan tapi gw coba untuk paksa masih bisa tapi efeknya tangan gw sakit. dan ternyata gak jauh daripada tempat gw dorong sepeda, itu tempat pemberhentian berikutnya. ternyata sudah sampai Dago Pakar. berarti minggu lalu gw hampir Dago Pakar, mungkin sudah Dago Pakar juga. tidak tau lah. di tempat pemberhentian, makan-makan lagi. bukan makan berat hanya gorengan sama minum teh tapi lumayan. perjalanan belum selesai.

setidaknya perjalanan ini gw dapat ilmu baru, setting RD (Rear Derailleur). diputer-puter sedikit sama bapak-bapaknya, dengan sekejap gear bisa pindah ke yg paling enteng. nikmat. nanjak bisa lebih ringan. \m/

akhirnya perjalanan menanjak pun dimulai. hmm daritadi juga menanjak, cuma kali ini lebih mengerikan. sepeda seperti Polutan akan terasa berat apalagi dengan dengkul gw yg belum terbiasa menanjak lumayan ekstrim itu. berkali-kali gw gak kuat. harus dorong sepeda. gw menghitung kalau tidak salah gw turun untuk mendorong sepeda sekitar 2-3 kali tapi gw dorongnya dalam jarak yg lumayan. berhenti lagi. apakah sudah sampai? belum ternyata. gw masih berhenti di tempat pemberhentian sebelum Bandrek. bapak-bapak senang sekali berhenti dulu untuk bercanda juga.

DSC00909DSC00910DSC00911DSC00912

gambar kiri atas itu penampakan dari tempat gw bersinggah. mantap. gambar atas kanan itu para bapak-bapak yg jago nanjak. sepeda mendukung dan dengkul juga mendukung. mantap. walaupun beberapa gw liat berperut buncit tapi kakinya hebat buat gowes. gambar bawah kiri itu sepeda bapak-bapak yg menurut gw harganya pasti mahal sekali. ya terlihat lah dari sepedanya. dan gambar yg bawah kanan adalah Polutan. ya sepeda old school yg menemani gw keliling bandung.

setelah istirahat tanpa minum di tempat pemberhentian, sekarang harus berangkat lagi. dan nanjaknya makin menjadi. baru jalan sebentar, sudah tidak kuat. mau coba apa yg dibilang salah satu dari bapak-bapak, sepedaannya belok-belok aja biar enteng nanjaknya. gw coba namun tidak ada hasil, emang dengkul yg sudah tidak kuat. benar-benar harus istirahat. sekarang jauh lebih banyak dorongnya. tapi untung ada jalur turunannya walaupun sedikit jadi bisa gw tunggangi si Polutan. haha

dan akhirnya gw pun sampai di lokasi, Bandrek! lelah? pasti. puas? lumayan. asik? yup.

DSC00913DSC00915DSC00914

gambar kiri itu penampakan dari kota diliat dari lokasi gw. agak mengganggu dengan adanya kabel yg melintang. haha gambar kanan, lagi-lagi para bapak-bapak yg dengkulnya edan semua. dan gambar bawah sendiri, itu lah yg namanya Bandrek. biasanya bisa dibeli dengan mudah karena ada tukang jualan bandrek yg lewat rumah tapi untuk saat ini, perjuangan mendapatkan bandrek sangat melelahkah. haha

tapi setelah itu semua, barulah bagian yg sangat menyenangkan. turunan. ya gw cinta dengan turunan. melewati jalur yg sama dengan nanjak, sedikit berbatu dan berlubang. niatan ganti fork belum tercapai alhasil suspensi yg lumayan keras sedikit menyiksa tangan. kesemutan. gw tidak peduli dengan kesemutannya tapi turunan sedikit berbatu, mungkin lebih tepatnya berkerikil. hehe dan beberapa lubang membuat turunan semakin menarik. tidak hanya turun dengan cepat tapi ada belok-beloknya juga. sampai Dago Pakar, perjalanan turun sudah menjadi biasa walaupun gw senang dengan kecepatan. biasa karena minggu lalu sudah mencoba. hehe

perjalanan pulang pun sudah biasa karena sering dilewati dan memang selalu begitu. cuaca yg kadang memanas membuat gw sedikit terganggu. mau buka topi tapi panas, pakai topi tapi terbang mulu. ya ada makan-makan dulu, entah itu restoran atau bukan. format dari luar seperti restoran tapi saat di dalam seperti warung pinggir jalan. hehe oke cukup segitu saja, tidak ada hal yg menarik sepanjang perjalanan pulang.

penggunaan celanan pendek membuat celana gw tidak robek. haha sebelum-sebelumnya selalu saja robek. dan perjalanan ke Bandrek sangat menarik untuk merobek celana kalo gw pake celana panjang. haha bodoh.

selanjutnya gw harus nanjak lagi, walaupun ke tempat yg sama tapi menarik. hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s