NeverendingProblems


apakah ini harus jadi ending dari keseluruhan cerita gw dan dia? dengan segala rasa kesal sebal sampai benci? tidak pernah lepas dari kata “salah” yang membelenggu. apakah ini akah berakhir jika dia telah menemukan pengganti? gw udah bingung dengan segala ini.

Dan, masalah pun terungkap..

ok, kita emang putus selalu dengan masalah. saat masalah itu berasal dari gw, dia selalu benci dengan penyebab masalah itu. bahkan sampai itu sodara gw pun dia gak suka. saat itu emang gw salah, tapi apa perlu dia harus gak suka juga dengan sodara gw itu? mungkin dia menganggap ini sebagai orang ketiga.

saat gw sering smsan sama temen gw, dia pun benci dengan temen gw yang gw sms. iya ini gw juga salah, gw gak bilang kalo gw suka smsan sama orang lain. tapi ya tetep aja, semua gw anggap sebagai temen biasa. sampai sekarang pun gw gak pernah anggap lebih dari temen-temen gw itu. mungkin dia menganggap ini juga sebagai orang ketiga.

tapi kenapa saat masalah datang dari dia, dia gak mau membenci masalah itu? orang yang bikin gw kesel banget. dan ini lah yang sebenarnya orang ketiga tersebut. orang yang hadir dan berusaha mengambil dia dari sisi gw. walaupun emang udah sempet diambil untuk beberapa saat, karena mereka sempat jadian. dan ini sudah sangat jelas kalau ini yang disebut ada orang ketiga. apa yang terjadi sesaat setelah mereka jadian? dia nelpon gw dan bilang kalau udah jadian. apa itu pantas? membangunkan gw tengah malam dan hanya cerita seperti itu? apa gak dia pikir sebarapa sakitnya yang gw rasa?

setidaknya masalah itu sudah selesai……tapi ternyata tidak pernah selesai juga. masalah ini tidak pernah dibenci sama dia. emang gw udah putus dari dia, jauh dari sebelum masalah ini. tapi gw masih sayang sama dia, bahkan sampai saat gw menulis ini. walaupun sudah tidak terlihat seperti dulu lagi rasa sayang gw ke dia, tapi gw masih sayang.

saat berantem, saat sampai terucap kalau dia tidak ingin berhubungan lagi via apapun. dari pagi sampai malam, mungkin sampai keesokan hari. tapi saat ditengah-tengah berantem, kenapa dia bilang dia putus dengan masalah itu dengan baik-baik jadi ya sekarang udah jadi temen biasa lagi. sedangkan ketika putus dari gw, kenapa gw selalu dianggap mantan yang tukang boong dan nyakitin dia doang? padahal yang dianggapnya udah jadi temen biasa itu lah sumber masalahnya (saat masalah datang dari dia), tapi kenapa selalu gw yang dia benci? bukan penyebab masalahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s