Nenek Gayung?

January 27th, 2012 § Leave a Comment

3 versi nenek gayung:

  • cerita versi sania

Waktu itu ada 2 pria berkendaraan sepeda motor, mereka melihat nenek-nenek berpakaian hitam dan membawa gayung serta tikar. Lalu si 2 orang itu mendatangi nenek itu dan nanya “Nenek mau kemana?”. Nenek pun menjawab “Nenek mau mati, nenek minta dimandiin nak” kata nenek itu.

Setelah lama ngobrol, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatuh! Warga pun mengerubungi motor itu, dan ternyata 1 orang meninggal dan 1 orang lagi selamat, cuma sosok sang nenek itu tak terlihat batang hidungnya.

  • versi gosip yg beredar

Di Jakarta tengah di bangun Busway, dan si nenek itu ceritanya sedang mencari tumbal buat pembangunan itu, karena dipercaya nenek tersebut adalah sosok misterius yang memiliki ilmu hitam. Nenek itu beredar di sekitar Jakarta Timur. Jika kita ngobrol dengan nenek itu, pada malam hari nya si nenek akan datang mengunjungi anda, kemudian akan dimandiin sama si nenek dan besoknya meninggal.

  • versi jejaring sosial

Mungkin dari percakapan gw sama temen gw paling pesek, Risma kalian udah bisa nebak apa maksud dari nenek-nenek gayung ini. Yap. Jadi ada suatu kehebohan yang terjadi di sekitar Bekasi Barat ampe Jakarta Timur yang udah jadi trending topic banget di Facebook, Twitter, bahkan inbox gw penuh sama SMS berisi peringatan akan kehadiran nenek-nenek gayung.

Jadi, konon katanya. Warga-warga Penggilingan (JakTim) itu udah pada resah karena kehadiran sesosok hantu, jin, setan, dan sebangsanya yang udah mengancam keselamatan mereka. Konon katanya (lagi) itu nenek-nenek gayung, nggak cuman bawa gayung. Tapi juga bawa payung dan tiker. Dan kalau ada manusia yang nyapa, nanya-nanya mau kemana, atau Cuma sekedar melihat nenek-nenek gayung itu, dua atau tiga hari kemudian manusia yang nyapa, nanya-nanya, dan sekedar ngeliat tu nenek-nenek gayung bakalan mati tragis.

Asalnya nenek-nenek gayung ini masih banyak yang nanya-nanya. Jadi belum ada yang tau pasti. Atau kalo kalian ada yang tau, cerita dong dikomennya.

Oh iya. Jadi ntu nenek-nenek nggak Cuma menetap di suatu tempat. Tapi dia ngayap gitu kemana-mana. Yang terakhir gw denger sih lagi ada di daerah Cakung gituh. (alamakk… dekat sekolah itu.. -_-)

NYARI TUMBAL?

Ummm… nggak tau juga sih. Kebenaran akan isu ini juga belum sangat pasti. Banyak yang bilang cerita ini hanya sekedar nyari sensasi. Isu ini Cuma hoax yang bakalan ngalahin sensasi jambul khatulistiwa terowongan casablanca dan gorong-gorong sudirmannya Syahrini. Ada juga yang bilang kalo itu nenek-nenek gayung beneran ada. Dengan bukti banyak yang tewas setelah melihat atau menyapa nenek-nenek gayung itu.

Sumpah ye. Pertama kali gue denger nih cerita gue sama sekali nggak naggepin dengan serius banget. Eh ternyata, di Facebook tuh udah sangat nge-trend banget dengan semua status beraromakan “NENEK-NENEK GAYUNG”. Di twitter apa lagi. Sampe tu nenek-nenek juga punya account yang diberi nama user @NenekGayuung. Followersnya lumayan. Tunggu aja sampe bisa ngalahin followersnya @pocongkkkkkkkkkkkkkkkkgg (ga mungkin la yaaa).


apa tujuan gw posting hal seperti itu? SEO dude! ga tau tentang SEO? cobalah bertanya pada google. :p daripada macem-macem pakai cara di internet, mendingan posting yg lagi hot aja biar orang yg mencari berita di google bisa buka blog gw haha

Selamat Mnikmati. :p

I just Thinking what I Think

January 22nd, 2012 § Leave a Comment

I think …

She will never know how much I love her, but at least She can know that I love her. :)

i hope i can give her so much trust to her. yesterday, i really disapointed with her. :(

Stop Censorship!

January 20th, 2012 § Leave a Comment

I Protest the SOPA and PIPA!

is it too late to say that? i don’t think so. :)

Desain Riset

December 25th, 2011 § Leave a Comment

Desain riset adalah sebuah kerangka atau blueprint untuk memandu pelaksanaan riset pemasaran. Desain riset merinci prosedur yang dibutuhkan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun solusi dari masalah yang dihadapi. Meskipun pendekatan telah disusun, namun masih tetap dibutuhkan rincian dalam implementasi bagian-bagian dari riset.

Umumnya desain riset mencakup beberapa komponen, yaitu:

  • Pendefinisian informasi yang dibutuhkan;
  • Pembuatan desain dari setiap tahap riset pemasaran, baik eksploratori, deskriptif, dan/atau kausal;
  • Menentukan prosedur pengukuran dan skala yang akan digunakan;
  • Menyusun dan melakukan pretest kuesioner (format pelaksanaan wawancara) atau cara lain untuk beragam cara pengumpulan data;
  • Menentuan perencanaan sampling dan ukuran sampel;
  • Membuat rencana analisis data.

Klasifikasi Desain Riset

image

Riset Eksploratori

Secara umum, riset eksploratori dapat digunakan untuk berbagai macam penelitian dimana peneliti belum sepenuhnya memahami masalah yang sedang dihadapi. Riset ini memiliki beragam metode yang dapat dilakukan dengan cara yang fleksibel. Prosedur yang tidak kaku mempermudah proses pengumpulan informasi lebih dalam. Sedikitnya jumlah sampel memungkinkan peneliti untuk lebih fokus dan menggali lebih dalam dari masing-masing responden.

Tujuan dari dilakukannya riset eksploratori:

  • Memformulasikan masalah atau mendefinisikan masalah dengan lebih akurat;
  • Mengidentifikasi alternatif solusi dari masalah;
  • Menyusun variabel-variabel yang diduga memiliki kaitan dengan permasalahan beserta hubungannya;
  • Merumuskan hipotesis;
  • Memperoleh pandangan baru untuk merumuskan pendekatan dalam memecahkan masalah;
  • Merumuskan saran-saran untuk riset selanjutnya.

Riset Deskriptif

Riset deskriptif diawali dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan riset deskriptif, peneliti dianggap atau diwajibkan memahami permasalahan secara benar dan akurat. Selain itu, informasi yang diperlukan sudah jelas dan mudah diperoleh. Dengan demikian, riset ini dilaksanakan dengan terencana dan terstruktur.

Tujuan dari dilakukannya riset deskriptif:

  • Untuk mendeskripsikan atau menggambarkan karakteristik dari kelompok-kelompok yang terkait, seperti konsumen, distributor, perusahaan, atau wilayah pasar dari produk tersebut. Misalnya pada saat perusahaan ingin menentukan heavy user dari produk mereka, perusahaan dapat melakukan riset deskriptif.
  • Untuk memperkirakan persentase unit atau bagian dari suatu populasi yang menggambarkan perilaku tertentu. Misalnya pada saat perusahaan ingin memetakan pelanggan yang cenderung loyal dan pelanggan yang cenderung tidak loyal.
  • Untuk menentukan persepsi pelanggan mengenai karakteristik produk perusahaan. Misalnya untuk melihat posisi dan pertimbangan pelanggan dalam memilih produk sejenis.
  • Untuk menentukan tingkat penerimaan pelanggan atau masyarakat terhadap variabel-variabel tertentu. Misalnya pada saat perusahaan ingin mengetahui seberapa besar pengaruh frekuensi berbelanja seseorang dengan intensitas makan di luar rumah.
  • Untuk membuat perkiraan yang spesifik. Perkiraan ini dapat meliputi spesialisasi produk, wilayah, maupun distributor produk. Misalnya pada saat perusahaan ingin membangun pola penjualan produk yang tepat di wilayah Z.

Testing dan Implementasi

December 25th, 2011 § Leave a Comment

Proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defect / error / bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software (standar IEEE1059)

Pada testing melakukan:

Verifikasi –> Are we building the system right?
Validasi –> Are we building the right system ?
Deteksi Error –> Apakah program tidak ada error?

Manfaat Testing

  • Meningkatkan kepercayaan, tingkat resiko yang dapat diterima
  • Menyediakan informasi untuk deteksi error secara dini
  • Menyediakan informasi yang dapat mencegah terjadinya error
  • Mencari error dan kelemahan sistem
  • Mencari sejauh apa kemampuan dari sistem
  • Menyediakan informasi untuk kualitas produk software

Penyebab Terjadinya Error

image

Paton, Ron. Software Testing ISBN 0-672-32798-8. 2005. Sams Publishing

Software Tester

 

Individu / tim yang bertugas untuk melakukan testing terhadap suatu software

Prinsip Software Tester

  • Menemukan bugs software
  • Memposisikan diri sebagai customer
  • Menemukan sedini mungkin

Software Tester yang baik jika;

  • Software Tester harus menguasai knowledge seperti programmer
  • Pendekatan yang disiplin dan metodologis memerlukan kerja keras dan dedikasi setara programmer
  • Tidak semua perusahaan memandang Software Tester sebagai profesi yang penting.

Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh Software Tester, yaitu

  • Penjelajah
  • Pemecah masalah
  • Pantang menyerah
  • Kreatif
  • Perfeksionis
  • Diplomatis dan komunikatif
  • Selektif
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 307 other followers